ASUHAN
KEBIDANAN PADA NY W DENGAN PRE EKLAMPSIA
DI
S
U
S
U
N
OLEH
SUCI ZAHHARA
NIM :
PRESEPTOR / C I : AM.keb
AKADEMI
KEBIDANAN YAYASAN HARAPAN BANGSA
BANDA ACEH
2012
KATA PENGANTAR
Puji
Syukur senantiasa penulis kirimkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan penulis
kesehatan, kesempatan dan kemauan hingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Sholawat dan taslim tak lupa pula penulis kirimkan ke junjungan Nabi besar
Muhammad SAW, Nabi yang telah membawa kita kembali ke jalan Allah SWT, hingga
kita dapat menikmati indahnya Dinul Islam. Makalah ini berisi tentang Preeklampsia.
Penulis
mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah turut membantu hingga
makalah ini dapat terselesaikan. Terlepas dari itu semua, penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu segala kritik dan
saran yang mendukung guna makalah ini menjadi lebih baik, sangat penulis
harapkan.
Akhir
kata, mohon maaf bila ada kata-kata dalam makalah ini yang menyinggung perasaan
dosen maupun kawan-kawan. Karena penulis tidak lepas dari kesalahan.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2 Tujuan............................................................................................. .... 1
1)
Tujuan
Umum............................................................................... 2
2)
Tujuan
Khusus......................................................................... .... 2
1.3 Manfaat............................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN....................................................................................... 3
2.1
Pengertian............................................................................................. 3
2.2 Etiologi.................................................................................................. 3
2.2 Tanda & Gejala .................................................................................... 3
2.3 Penanganan .......................................................................................... 4
BAB III TINJAUAN KASUS............................................................................ .... 7
DATA
SUBJEKTIF............................................................................... .... 7
DATA
OBJEKTIF................................................................................. .... 7
DATA
ASSASMENT........................................................................... .... 8
DATA
PLANNING.............................................................................. .... 8
BAB IV PENUTUP.............................................................................................. .... 9
4.1 Kesimpulan..................................................................................... .... 9
4.2 Saran................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hipertensi
terjadi sekitar 6-10% pada seluruh kehamilan dan kelainan hipertensi dalam
kehamilan khususnya merupakan preeklampsia penyebab utama mortalitas dan
morbiditas maternal dan perinatal dinegara-negara berkembang dan negara maju.
Preeklamsia
dan eklamsia merupakan kesatuan penyakit, yang termasuk dalam bagian keenam
subbagian A, yaitu yang langsung disebabkan oleh kehamilan, walaupun belum
jelas bagaimana hal ini terjadi. Diindonesia eklampsia disamping perdarahan dan
infeksi masih merupakan sebab utama kematian ibu, dan sebab kematian perinatal
yang tinggi. Oleh karena itu, diagnosis dini preeklampsia yang merupakan tingkat pendahuluan eklampsia,
serta penanganannya perlu segera dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian
ibu dan bayi.
Preeklampsia
merupakan penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang
timbul karena kehamilan. Penyakit umumnya terjadi dalam triwulan III kehamilan,
tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya mola hidatosa.
Preeklampsia
dibagi dalam golongan ringan dan berat. Penyakit digolongkan berat bila salah
satu atau lebih tanda/gejala dibawah ini :
1.
Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih atau tekanan
diastolic 110 mmHg atau lebih.
2.
Proteinuria 5 gr atau lebih dalam 24 jam, 3 atau 4 pada
pemeriksaan kualitatif.
3.
Oliguria, urine 400 ml atau kurang dalam 24 jam.
4.
Keluhan serebral, gangguan penglihatan atau nyeri
didaerah epigastrium.
5.
Edema paru-paru atau sianosis.
1.2 Tujuan
1) Tujuan Umum
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengetahui pengertian Preeklampsia,
penyebab Preeklampsia, gejala dan tanda Preeklampsia serta penanganan
Preeklampsia.
2) Tujuan Khusus
a.
Mahasiswa dapat melakukan pengkajian dan pengumpulan
data secara subjektif dan objektif pada ibu hamil dengan Plasenta Manual.
b.
Mahasiswa dapat merumuskan diagnosa kebidanan pada ibu
hamil dengan Plasenta Manual.
c.
Mahasiswa dapat menyusun rencana asuhan kebidanan
berdasarkan diagnosa pada ibu hamil dengan Plasenta Manual.
d.
Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan dan evaluasi pada
ibu hamil dengan Plasenta Manual.
1.3 Manfaat
1)
Sebagai sarana untuk mengetahui teori-teori tentang
Plaenta Manual sebagai kelainan yang mungkin terjadi dalam kehamilan.
2)
Sebagai sarana untuk pembelanjaran bagi mahasiswa
kebidanan dalam menerapkan asuhan kebidanan pada klien dengan Plasenta Manual
sebelum praktek di lapangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Preeklampsia
adalah tekanan darah yang tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urine.
Preeklampsia adalah kumpulan gejala
yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari :
hipertensi, proteinuria dan edema.
Preeklampsia adalah keracunan
kehamilan. Preeklampsia cenderung terjadi pada trimester III kehamilan atau
bisa juga muncul pada trimester II. Setiap ibu hamil memiliki kemungkinan untuk
mengalami preeklampsia.
2.2 Etiologi Preeklampsia
1)
Wanita berusia dibawah 20 tahun atau lebih dari 35
tahun
2)
Obesitas
3)
Sebelumnya memiliki kondisi medis yang memicu
preeklampsia
4)
Wanita dengan kehamilan pertama
5)
Kehamilan kembar
6)
Resiko preeklampsia juga meningkat jika pada kehamilan
sebelumnya si ibu preeklampsia
2.3 Gejala Preeklampsia
1)
Tekanan darah naik (hipertensi) dan kadar protein dalam
urine berlebihan (proteinuri)
2)
Sakit kepala
3)
Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan
buram dan lebih sensitive pada cahaya (silau)
4)
Muntah
5)
Pembengkakan (edema) pada kaki dan tungkai
6)
Kenaikan berat badan lebih dari 1,36 kg setiap minggu
selama trimester II dan lebih dari 0,45 kg setiap minggu pada trimester III.
2.4 Penanganan Preeklampsia
1)
Melindungi ibu dari efek peningkatan tekanan darah
2)
Mencegah progresifitas penyakit menjadi eklampsia
3)
Mengatasi atau menurunkan resiko janin
4)
Melahirkan janin dengan cara paling aman dan cepat
segera setelah matur atau imatur resiko janin atau ibu akan lebih berat jika
persalinan ditunda lebih lama.
1) Dapat dikatakan tidak mempunyai resiko
bagi ibu maupun janin
2) Tidak perlu segera diberikan obat anti
hipertensi atau obat lainnya, tidak perlu dirawat kecuali TD meningkat terus (batas
awal 140-150 (90-100 mmHg)
3) Istirahat
yang cukup
4) Pemberian lumasi 1-2x30 mg/hari bila tidak
bisa tidur
5) Pemberian asam asetilsalisilat (aspirin)
1x80 mg/hari
6) Bila TD tidak turun, dirawat dan diberi
obat anti hipertensi yaitu metildopa
3x125 mg/hari
7) Diet
rendah garam
8) Jika maturitas janin masih lama, lanjutkan
kehamilan periksa 1 minggu.
1)
Dapat
ditangani secara aktif atau konservatif
Aktif à kehamilan
diakhiri/diterminasi bersama dengan pengobatan medisinalis.
Konservatif à kehamilan
dipertahankan bersama pengobatan medisinalis.
Prinsip à tetap pemantauan janin
dengan klinis, USG, CTG
ü
Penanganan
Aktif
§
Penderita harus dirawat
§
Ditangani aktif bila : Ada tanda-tanda imponding eklampsia, ada
HELLP (Hemoliasis, Elevated Liver, Low Platelets) Syndrom.
§
Kegagalan penanganan konservatif
§
Ada
tanda gawat janin /IUGR
§
Usia kehamilan 35 atau lebih
ü Pengobatan medialis diberikan obat anti kejang MGSO4, caranya:
§
Dosis Awal
MgSO4 g I.V sebagai larutan 40% selama 5 menit
§
Jika kejang berulang setelah 15 menit, berikan
MgSO4 29 (larutan 40%) I.V selama 5 menit.
§
Dosis pemeliharaan :
o
MgSO4 40% 1-2g per jam per infuse, lanjutkan
15-28 tetes/menit.
o
Lanjutkan pemberian MgSo4 sampai 24 jam
pascapersalinan atau kejang berakhir
§
Sebelum pemberian MgSo4 periksa :
o
Frekwensi pernafasan minimal 16/menit
o
Reflek patella (+)
o
Urine minimal 30 ml/jam dalam 4 jam berakhir
§
Berhentikan pemberian MgSO4 jika :
o
Frekwensi pernafasan < 16/menit
o
Reflek patella (-)
o
Urine < 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir.
§
Siapkan Antidotum :
o
Jika terjadi henti nafas à lakukan ventilasi
(maskr dan balon, ventilator) beri kalsium glukonat lg (20 ml dalam larutan
10%) I.V perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi.
ü
Penanganan
Konservatif
§
Usia kehamilan < 35 minggu tanpa disertai
tanda impending eklampsia
§
Keadaan janin baik
§
Berikan pengobatan medisinalis MgSO4 (sama
seperti pada PE berat)
§
Dihentikan MgSO4 bila ibu mencapai tanda PE
ringan, selambatnya dalam waktu 24 jam
§
Bila 24 jam tidak ada perbaikan untuk keadaan
ini dianggap kegagalan pengobatan dan harus segera diterminasi.
BAB III
TINJAUAN KASUS
No Reg :
452603/ ASKES
Tempat :
RSUD MEURAXA, R BERSALIN
Tgl Masuk/Kunjungan : 02 Februari 2011
Tanggal Pengkajian : 02 Februari 2011
Pukul :
11:00 WIB
DATA SUBJEKTIF
Ibu
‘W’, 25 tahun datang ke RSUD Meuraxa R.Bersalin dan ditemani oleh suami serta
ibu mengatakan ini kehamilan pertama, tidak pernah abortus dan tidak ada
riwayat penyakit sistemik dan ibu mengatakan mulas-mulas, nyeri di kepala dan tekanan darah tinggi. Menstruasi terakhir ibu
tanggal 29 April 2010.
DATA OBJEKTIF
TD : 170/85 mmHg
N : 88x/i
RR : 24x/i
T :
37°C
TTP :
06 Februari 2011
K/U :
Sedang
Pemeriksaan
Khusus :
Nyeri
Kepala :
(+)
TFU : 29 cm
TBJ : 2790 gr
His :
2x10’/25”
DJJ :
137x/i
VT : Ø 2 cm
Portio : Tipis
Hodge : II
Ketuban : (+)
Nyeri epigastrium : (+)
Oedem tungkai : (+)
Reflek patella : (+)
Protein Urine : (+++)
DATA ASSASMENT
Ibu
G1 P0 A0 + Hamil aterm + PEB. K/U ibu dan janin Baik.
DATA
PLANNING
1)
Memberitahukan ibu dan keluarga kondisi yang dialami
ibu saat ini
2)
Melakukan pemantauan PEB
3)
Melakukan Pemeriksaan Lab
4) Memantau tanda-tanda vital à TD, N, RR & T
5)
Mengkolaborasikan dengan dokter :
§
Persalinan dengan SC
§
Dexamethason 1 amp/8 jam
§
Terapi MgSO4 40% sesuai PROTAP : MgSo4 4 gr I.V
sebagai larutan 40% selama 5 menit, dilanjutkan MgSO4 40% 1 gr per jam dalam RL
500 ml 28 tetes/menit.
§
Nifedipine 2x1 à10 tab oral.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Preeklampsia
adalah tekanan darah yang tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urine.
Preeklampsia adalah kumpulan gejala
yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari :
hipertensi, proteinuria dan edema.
Preeklampsia adalah keracunan
kehamilan. Preeklampsia cenderung terjadi pada trimester III kehamilan atau
bisa juga muncul pada trimester II. Setiap ibu hamil memiliki kemungkinan untuk
mengalami preeklampsia.
4.2 Saran
- Bagi Tenaga Kesehatan
Dapat
meningkatkan peran bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana kebidanan, lebih
meningkatkan kemampuan dan kerampilan yang dimiliki. Bidan harus meningkatkan
kerjasama yang baik dengan petugas keehatan lainnya, klien dan keluarganya.
- Bagi klien dan Masyarakat
Untuk
keberhasilan Asuhan Kebidanan diperlukan kerjasama yang baik dan klien dalam
usaha memecahkan masalah klien.
- Bagi Mahasiswa
Diharapkan
mampu menguasai materi sebelum terjun kelahan praktek.
DAFTAR PUSTAKA
Sarwono
Prawirohardjo, 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP.
Vicky
Chapman,2003. Asuhan Kebidanan
&Persalinan Kelahiran. Jakarta
: EGC
Asuhan Persalinan Normal, 2008. JNPK-KR
Harry Oxorn
& William R. Forte, 2010. Ilmu
Kebidanan Patologi & Fisiologi Persalinan. Yogyakarta
: YEM
LEMBAR PERSETUJUAN
Berdasarkan
Praktek di RSUD MEURAXA Di Ruang Bersalin,
mulai dari tanggal 31
Januari 2011 s/d 20
Februari 2011, Maka selesailah Makalah kami yang Berjudul :
“ VERTIGO“
Yang di Setujui Oleh :
Preseptor/ C.I Ruangan CI Pendidikan
JULI ERIKA AM.Keb PUTRI KURNIAWATI,Am.Keb
Search
this site:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar